Rabu, 08 Juli 2015

Perlu 500 - 1000 orang untuk smelter PT. ANTAM di Sungai Kunyit



 Mempawah Rencana pembangunan proyek smelter grade alumina (SGA) atau pengolahan biji bauksit menjadi alumina di Kabupaten Mempawah menunjukkan progres menggembirakan. PT Aneka Tambang selaku pelaksana proyek telah mendapatkan mitra kerja penting, yakni PT Inalum. Sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pengolahan alumina menjadi aluminium, Inalum dinilai bisa menjadi mitra strategis bagi pengelolaan potensi bauksit di Kabupaten Mempawah.
“Perkembangan dari proyek ini ada progres yang cukup menggembirakan. Kita telah mendapatkan informasi bahwa pemerintah sudah menugaskan BUMN PT Inalum yang merupakan perusahaan pengolahan alumina menjadi aluminium. Selama ini Inalum sendiri mengimpor bahan baku aluminium tersebut dari Australia,” terang Bambang Wijanarko, pimpinan proyek SGA PT Antam di Kabupaten Mempawah, Senin (22/6).


Menurut Bambang, masuknya PT Inalum sangat tepat mengingat potensi bauksit di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Mempawah sangat melimpah. Dengan cadangan bauksit sebesar 400 juta ton yang dimiliki Antam, Bambang menyebut Indonesia seharusnya tidak perlu lagi mengimpor. “Alangkah lucunya kalau sudah sekian tahun merdeka kita masih mengimpor alumina dari luar, padahal kita punya bahan itu. Ini yang ingin kita sandingkan, yaitu apa yang Antam punya dengan apa yang dibutuhkan oleh PT Inalum. Kita mohon doa agar ini insya Allah bisa terealisasi,” tutur dia.
Bambang melanjutkan, PT Antam kini mencari satu mitra lagi yang kompeten secara teknologi dan finansial. Hal ini dikarenakan pihaknya belum berpengalaman mengolah bauksit menjadi alumina. “Kita mencari partner yang benar-benar mumpuni secara teknologi dan finansial. Kita menginginkan partner yang kuat,” ujar dia. Bambang menambahkan, selain dari Inalum, Antam juga mendapat dukungan dari PT Pelindo. “Selain Inalum, nanti dari Pelindo juga akan membantu dengan membuat kawasan ekonomi khusus maupun juga pelabuhan. Ini sedikit banyak bisa menurunkan belanja modal kita,” terangnya.


Proyek pengolahan biji bauksit menjadi alumina di Kabupaten Mempawah tidak lepas dari kelahiran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Dalam UU tersebut dinyatakan produk tambang seperti bauksit tidak bisa lagi diekspor, melainkan harus ditingkatkan terlebih dahulu nilai tambahnya dalam bentuk alumina ataupun aluminium. Hal ini karena menimbang peningkatan manfaat mineral bagi rakyat dan untuk kepentingan pembangunan daerah, sehingga dipandang perlu dilakukan peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian sumber daya mineral di dalam negeri.
Bupati Ria Norsan berharap PT Antam dapat segera menemukan mitra kerja yang dibutuhkan. Menurut dia, masyarakat sudah tidak sabar menanti realisasi pembangunan SGA di Kabupaten Mempawah. Terlebih dengan adanya program megaproyek pelabuhan internasional, maka sinergi antara pelabuhan tersebut dan smelter grade alumina atau SGA akan menghasilkan efek ekonomi yang dahsyat. “Dengan adanya pembangunan pelabuhan internasional nanti dan smelter, keduanya akan sinergi satu dengan lainnya. Sehingga diharapkan perekonomian Kabupaten Mempawah ini akan tumbuh, pendapatan daerah meningkat, masyarakat dapat lapangan pekerjaan, dan akhirnya cita-cita masyarakat sejahtera semoga bisa kita wujudkan. Dengan itu kita harap nantinya tidak ada lagi warga yang terpaksa bekerja ke luar negeri,” tutur Norsan.
Norsan menegaskan pihaknya sangat berharap pembangunan smelter lekas terealisasi. Dengan keberadaan smelter yang membutuhkan banyak tenaga kerja, otomatis terbuka kesempatan bekerja bagi warga setempat. “Jadi masyarakat ini menanti. Kalau bisa lebih cepat karena dengan dibangunnya smelter ini yang nantinya memerlukan tenaga kerja 500–1.000 orang, harapan saya masyarakat nantinya bisa ditampung. Apalagi dengan adanya pelabuhan internasional, akan terbuka kesempatan kerja yang lebih luas lagi,” ucap Norsan. “Kita doakan bersama mudah-mudahan program ini berjalan sukses.” (Rio)

Tidak ada komentar: